Pernah gak sih, lagi asyik nyetir dengan mendengar lagu dan mobil terasa nyaman, tiba-tiba muncul bunyi kecil atau getaran halus yang awalnya terasa sepele? Banyak orang mengabaikan suara tersebut, padahal jika didiamkan dari suara kecil tersebut bisa muncul masalah besar! Mobil yang nyaman tanpa getaran adalah hasil dari kerja keras sistem mesin penting di dalamnya. Begitu salah satu mesin bermasalah, tubuh mobil pun mengeluarkan suara. Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengapa kita tidak boleh mengabaikan suara kecil dari tubuh mobil tersebut dan bagaimana cara mencegah kerusakan besar sejak dini sebelum dompet menjadi kering.
Kenyamanan dan kestabilan merupakan hasil dari sistem penting mobil yaitu kaki-kaki mobil. Kaki-kaki mobil terhubung pada satu sama lain dan memiliki peran yang penting dalam meredam guncangan atau getaran serta menjaga kontrol kendaraan. Yuk kenali isi komponen kaki-kaki mobil beserta ciri ciri kerusakannya dan mitigasi nya!
1. Shock Absorber
Kita bisa menyebut komponen ini adalah peredam kejut, tugas utama dari shock absorber ini adalah meredam getaran dari jalan yang bergelombang / berlubang dan menjaga agar ban tetap menempel di permukaan jalan. Shock absorber juga memiliki umur pemakaian, jika sudah mencapai batas tanda tanda yang dikeluarkan cukup jelas, yaitu :
Kita bisa mencegah hal di atas dengan melakukan perawatan dan pemakaian mobil yang efisien, bisa juga periksa kondisi shock absorber setiap 10.000 - 15.000km. Jika terlihat basah oleh oli dan mobil terasa guncangan maka harus segera melakukan penggantian agar komponen kaki mobil lain yang terhubung tidak ikut rusak.
2. Ball Joint
Ball joint merupakan salah satu komponen mobil yang menjadi penghubung penting kaki-kaki mobil antara suspensi dan roda, ball joint memberikan kestabilan kemudi agar sistem kaki-kaki mobil tidak kehilangan presisi.
Ciri - ciri ball joint bermasalah dapat dilihat dari :
Agar hal tersebut tidak terjadi kita dapat menghindari hantaman lubang dengan kecepatan tinggi dan melakukan pengecekan dan perawatan ball joint secara berkala.
3. Tie Rod
Tie rod merupakan salah satu sistem kaki-kaki mobil yang menghubungkan sistem kemudi dengan roda depan agar arah mobil bisa dikendalikan secara presisi. Tie rod mengatur arah belok roda depan.
Jika tie rod ada yang aus atau longgar maka hal berikut akan bermunculan :
Jika hal tersebut sudah terjadi, segera lakukan pengecekan rutin agar kestabilan kaki mobil tetap terjaga dan pemakaian ban bisa lebih lama.
4. Stabilizer
Menjaga keseimbangan merupakan fungsi utama stabilizer pada saat menikung dengan mengurangi efek body roll. Komponen ini menghubungkan suspensi kanan dan kiri agar bergerak lebih seimbang. Jika stabilizer ini rusak maka :
Jika hal tersebut didiamkan akan berdampak pada komponen lain yang ikut rusak, mobil makin limbung, ban lebih cepat aus, dan risiko kehilangan kontrol saat menikung. Maka dari itu kita bisa mencegah hal diatas dengan mengurangi hantam lubang dengan kecepatan tinggi dan menyetir dengan hati hati.
5. Lower arm dan Upper arm
Pada komponen ini berfungsi menahan posisi roda agar tetap presisi sesuai desain suspensi. Komponen ini juga menjadi tempat dudukan ball joint dan bushing. Jika komponen ini rusak akan terjadi :
Dampak yang terjadi jika dibiarkan bisa merambat ke komponen lainnya dan banyak resiko yang tidak nyaman seperti ball joint cepat aus, ban botak, spooring sering berubah, dan roda tidak stabil.
6. Bearing roda
Bearing roda membuat roda berputar halus tanpa hambatan dan minim gesekan. Komponen ini bekerja terus-menerus saat mobil jalan berjalan. Jika bearing mulai aus, akan muncul suara dengung yang semakin keras seiring bertambah kecepatan mobil. Jika bearing dibiarkan akan muncul panas berlebihan dan mempercepat kerusakan komponen kaki-kaki mobil lain bahkan berujung roda macet jika tidak segera ditangani. Maka dari itu jangan diabaikan jika mendengar suara dengung yang tidak wajar dan melakukan pemeriksaan agar tidak merambat ke kaki-kaki mobil lainnya.
7. Velg dan Ban
Komponen ini memiliki kontak fisik langsung antara mobil dan permukaan jalan. Kondisi velg yang rusak dan ban yang botak dapat menimbulkan hal sebagai berikut :
Hal tersebut harus di tindak lanjuti jika sudah terjadi, ciri ciri fisik velg dan ban rusak sebagai berikut :
Dampaknya jika diabaikan ialah konsumsi bbm yang lebih boros, kaki-kaki cepat aus, handling yang buruk, dan risiko ban pecah lalu kecelakaan. Maka dari itu kita dapat melakukan pengecekan tekanan angin pada ban tiap 1 minggu sekali, Hindari lubang dan trotoar, Ganti ban jika usia nya sudah melebihi 3-4 tahun.
Menjaga kaki-kaki mobil bukan hanya sekedar demi kenyamanan tetapi sekaligus keselamatan. Satu kesalahan fatal bisa berakibat yang tidak diinginkan. Maka dari itu pemeriksaan rutin dan deteksi dini kerusakan dapat mencegah hal tersebut terjadi. Dengan mengoptimalkan perawatan yang tepat, performa kaki-kaki mobil akan tetap stabil dan memberikan kenyamanan.
Bagi beberapa orang yang tinggal di wilayah dengan curah hujan yang relatif rendah, musim hujan menjadi hal yang dinanti-nanti kedatangannya. Kesegara...
JAKARTA: Ritel otomotif kendaraan roda empat milik PT Astra Otoparts Tbk (Astra Otoparts) yaitu Shop&Drive dan Astra Otoservice, serta ritel otomo...
Konferensi marketing terbesar di Asia, MarkPlus Conference 2023 kembali hadir bersamaan dengan penghargaan Marketeer of The Year dan The Best Industry...
Libur panjang Imlek 2025 diperkirakan akan diwarnai dengan arus lalu lintas yang sangat padat. PT Jasa Marga memprediksi sekitar 905 ribu kendaraan ak...
1. OliTahukah sahabat Oto? Oli itu ibaratnya darah bagi mesin kendaraan kamu! Bayangin kalo badan kamu darahnya sudah kotor semua, pasti badan akan sa...
Shock Absorber merupakan salah satu komponen mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Komponen ini berfungsi...